Targetkan Zero stunting, Nagari Sungai Landia gelar rembuk stunting
Kegiatan Rembuk Stunting ini dihadiri oleh berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kecamatan IV Koto, Subchan, S.Pi., M.Si., Kepala Puskesmas IV Koto, drg. Yuliati, Babinsa Nagari Sungai Landia, anggota Bamus Nagari Sungai Landia, pendamping Desa P3MD Aditia Rahmat ,ST, Pendamping lokal desa Hermayenti, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), perwakilan BKKBN Kecamatan, Tim Penggerak PKK, kader posyandu, bidan desa, guru PAUD/TK, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan adanya komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Sambutan Camat kecamatan IV Koto
Pelaksanaan rembuk stunting merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Nagari Sungai Landia terhadap kelompok sasaran prioritas, yaitu balita, ibu hamil, calon pengantin (catin), dan remaja putri. Kelompok sasaran tersebut menjadi fokus utama karena memiliki peran penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dirumuskan berbagai langkah strategis yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam sambutannya, Camat Kecamatan IV Koto, Subchan, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya penggunaan data yang valid sebagai dasar dalam penyusunan program dan kegiatan pencegahan stunting. Menurut beliau, seluruh permasalahan yang akan ditangani harus bersumber dari data yang akurat sehingga intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran. Dengan demikian, berbagai program yang direncanakan nantinya diharapkan mampu menyelesaikan akar permasalahan yang terjadi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Puskesmas IV Koto, drg. Yuliati, menyampaikan bahwa kondisi stunting di Nagari Sungai Landia saat ini tergolong sangat baik. Berdasarkan data yang tersedia, angka stunting di Nagari Sungai Landia hanya berada pada kisaran 1 persen. Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan berbagai program kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini. Namun demikian, beliau mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan upaya pencegahan sehingga target stunting nol persen dapat diwujudkan di masa yang akan datang.
Dalam kesempatan tersebut, drg. Yuliati juga menegaskan bahwa perhatian masyarakat ke depan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi semata, tetapi juga pada pola asuh anak yang baik dan benar. Menurutnya, pola asuh yang tepat memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, baik dari aspek kesehatan, kecerdasan, maupun perkembangan sosial. Oleh karena itu, edukasi kepada orang tua dan keluarga perlu terus ditingkatkan agar anak-anak mendapatkan pengasuhan yang optimal sejak usia dini.
Wali Nagari Sungai Landia, Refli Suhemi, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pemerintah Nagari berkomitmen penuh untuk mendukung seluruh hasil kesepakatan Rembuk Stunting. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui pengalokasian anggaran nagari maupun pemanfaatan berbagai sumber pendanaan lainnya yang memungkinkan. Beliau berharap seluruh program yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat sehingga tujuan penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal.
Proses musyawarah diawali dengan Arahan tentang proses musyawarah /rembuk stunting Dari Pendamping Desa Aditia Rahmat, ST, selanjut kegiatan dipimpin oleh Ketua Bamus Nagari Sungai Landia. Musyawarah diawali dengan penyampaian hasil Focus Group Discussion (FGD) oleh perwakilan Kader Pembangunan Manusia (KPM), dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dan masukan dari tokoh masyarakat serta bidan desa terkait kondisi sasaran di Nagari Sungai Landia. Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah secara mufakat, disepakati beberapa fokus kegiatan prioritas yang akan menjadi tindak lanjut hasil rembuk stunting, yaitu sosialisasi pencegahan stunting bagi remaja putri, pemberian reward kepada sasaran yang aktif mengikuti program kesehatan, sosialisasi gizi keluarga, peningkatan akses jamban sehat, serta sosialisasi pentingnya imunisasi lengkap bagi anak. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempertahankan capaian rendahnya angka stunting serta mewujudkan Nagari Sungai Landia yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting


Komentar
Posting Komentar