Penguatan Pelayanan Dasar Melalui FGD Stunting Nagari Koto Gadang Kecamatan IV Koto kabupaten Agam


Koto Gadang, Senin 25 Mei 2026.

Peningkatan promosi dan pelayanan dasar kesehatan merupakan salah satu amanah penting dalam Undang-Undang Desa yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa dan nagari. Dalam mendukung amanah tersebut, Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam mulai melaksanakan tahapan perencanaan kegiatan RKP Tahun 2027 melalui pemetaan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting yang saat ini menjadi perhatian bersama pemerintah pusat hingga pemerintah nagari.

Program pencegahan stunting sendiri merupakan salah satu bentuk intervensi yang menjadi kewenangan desa. Melalui Dana Desa, pemerintah nagari memiliki ruang untuk merencanakan berbagai program yang mendukung peningkatan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pelayanan dasar masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pemetaan dan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Nagari Koto Gadang menjadi langkah awal dalam menyusun program yang tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, mulai dari Sekretaris Camat IV Koto yang mewakili Camat Kecamatan IV Koto, Bapak Amrizal, S.Sos, Kepala Puskesmas Kecamatan IV Koto Drg .Yuliaty, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Bamus Nagari Koto Gadang, Wali Nagari Koto Gadang, perangkat nagari Koto Gadang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PKK, kader posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), hingga bidan desa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan dan pencegahan stunting di Nagari Koto Gadang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokol yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bamus Nagari Koto Gadang, Adek Dt Nan Putiah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kerja sama seluruh unsur nagari dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting. Menurut beliau, perencanaan yang baik akan menghasilkan program yang tepat guna dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wali Nagari Koto Gadang, Bapak Syafrianto. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada seluruh kader posyandu yang selama ini dinilai sangat aktif dan antusias dalam melaksanakan kegiatan posyandu di Nagari Koto Gadang. Menurut beliau, keberhasilan pelayanan kesehatan di nagari tidak terlepas dari kerja keras dan pengabdian para kader yang terus mendampingi masyarakat hingga ke tingkat keluarga.



Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Sekretaris Camat IV Koto, Bapak Amrizal, S.Sos. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa 

"seluruh kesepakatan yang nantinya dibahas dalam FGD diharapkan dapat dijalankan bersama-sama oleh seluruh unsur terkait. "

Sambutan dari Sekretaris Camat kecamatan IV Koto .

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat agar program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat nyata.

Dalam sesi FGD, peserta melakukan analisa terhadap berbagai permasalahan yang terjadi pada sasaran dengan menggunakan peta sosial ibu hamil dan peta anak baduta. Dari hasil pemetaan tersebut, peserta dapat melihat berbagai kondisi dan persoalan yang terjadi di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Melalui diskusi tersebut, seluruh peserta bersama-sama mencari solusi penyelesaian masalah yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat Nagari Koto Gadang.



Selain membahas kondisi ibu hamil dan anak baduta, dalam FGD juga dibahas berbagai persoalan yang terjadi pada remaja putri dan calon pengantin. Hal ini dilakukan karena pencegahan stunting tidak hanya dimulai ketika seorang ibu hamil, tetapi juga sejak masa remaja dan persiapan menuju pernikahan. Dengan memberikan perhatian terhadap kesehatan remaja putri dan calon pengantin, diharapkan kualitas kesehatan generasi mendatang dapat lebih baik.


Dalam diskusi tersebut juga disepakati bahwa terdapat tiga komponen mendasar yang harus terpenuhi dalam pelayanan posyandu. Pertama, tersedianya alat-alat yang digunakan untuk melayani sasaran. Kedua, peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petugas atau kader yang memberikan pelayanan. Ketiga, tersedianya tempat pelayanan yang layak dan memadai bagi masyarakat. Ketiga komponen tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung kualitas pelayanan kesehatan di tingkat nagari.

Seluruh hasil pembahasan, mulai dari identifikasi permasalahan hingga solusi penyelesaiannya, nantinya akan direkap dan dibawa ke dalam forum rembuk stunting. Hasil rembuk tersebut kemudian akan menjadi bagian penting dalam penyusunan RKP Nagari Tahun 2027. Dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, diharapkan Nagari Koto Gadang mampu melahirkan program-program yang efektif dalam mencegah stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TPP P3MD Agam. Tak kenal waktu, malam hari pun dijadikan waktu diskusi kegiatan pendampingan

Rapat Koordinasi TPP Kabupaten Agam, berkomitmen menjadikan blogspot sebagai salah satu media sosialisasi kegiatan Pendampingan