Langkah Awal Menuju Generasi Sehat, Nagari Sianok Anam Suku Gelar Rembuk Stunting
Peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar skala desa merupakan salah satu fokus utama penggunaan Dana Desa dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan amanah Undang-Undang Desa serta berbagai regulasi dari Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri yang menekankan pentingnya pelayanan dasar bagi masyarakat. Sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah tersebut, Pemerintahan Nagari Sianok Anam Suku mulai melaksanakan tahapan perencanaan RKP Tahun 2027 dengan mengedepankan program peningkatan layanan dasar di tingkat nagari.
Dalam proses perencanaan tersebut, Pemerintahan Nagari Sianok Anam Suku terlebih dahulu melaksanakan pemetaan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan ibu dan anak di nagari. Setelah proses pemetaan dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) guna membahas berbagai persoalan serta kebutuhan masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan stunting. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam menyusun program yang tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Pada hari Jumat, 22 Mei 2026, Pemerintahan Nagari Sianok Anam Suku kembali melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan nagari. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di nagari, seperti Wali Nagari, Bamus, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Pendamping Desa, serta Pendamping Lokal Desa. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.
Rangkaian kegiatan rembuk stunting diawali dengan pembukaan oleh protokol, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wali Nagari yang menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam upaya pencegahan stunting. Setelah itu, Pendamping Desa memberikan arahan terkait kebijakan dan strategi penanganan stunting yang dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan nagari. Suasana diskusi berlangsung aktif dan penuh semangat karena seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, pendapat, serta usulan program yang dianggap penting bagi masyarakat.
Rembuk stunting tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bamus sebagai moderator jalannya musyawarah. Dari hasil rembuk, disepakati beberapa langkah dan program prioritas yang diharapkan mampu mencegah serta menurunkan angka stunting di Nagari Sianok Anam Suku. Kesepakatan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari usulan kegiatan dalam RKP Nagari Tahun 2027. Dengan adanya sinergi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, dan pendamping desa, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

Komentar
Posting Komentar